23 Jan 2021

Rencana Strategis 2018 - 2023


10 Feb 2020, 11:02 Admin Disperindag Dibaca : 817


               

 

 

 

 

 

 

            Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, serta kondisi masa depan yang terus berubah dengan adanya era disrupsi dapat mendatangkan begitu banyak peluang sekaligus ancaman jika tidak mempersiapkannya. Era revolusi industri 4.0 yang saat ini sedang berlangsung dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi robot dan teknologi informasi, dan komunikasi dan ditunjang dengan perkembangan ekonomi digital yang digambarkan dengansemakin maraknya berkembang bisnis atau transaksi perdagangan yang memanfaatkan internet sebagai media komunikasi, kolaborasi, dan kooperasi antar perusahaan ataupun antar individu menjadi tantangan besar bagi dunia industri. Ditambah lagi dengan peristiwa bonus demografi yang akan terjadi, di mana jumlah penduduk produktif lebih banyak dibandingkan penduduk non produktif.

          Berdasarkan kondisi di atas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat sebagai salah satu organisasi pemerintah daerah yang membantu dalam bidang Perindustrian dan perdagangan perlu melakukan proses-proses baru untuk mengambil peran dalam melakukan fasilitasi kebijakan, mengakselerasi serta melakukan berbagai pelayanan prima untuk menghadirkan ekosistem baru industri dan perdagangan yang mampu bersaing di era digital. Untuk melaksanakan tugas dan peran perannya diperlukan sistem perencanaan yang baik.

               Berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, diperlukan perencanaan pembangunan dalam rangka penyelenggaraan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah.

            Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), adalah dokumen perencanaan untuk periode 20 tahun. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 tahun. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Rencana Strategi (Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 - 2023 ) SKPD, adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 5 tahun.  Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 - 2023  sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelayanan SKPD khususnya dan pembangunan daerah pada umumnya dalam jangka waktu 5 tahun kedepan masa pimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih disusun dengan melihat kebutuhan Jawa barat pada kondisi saat ini dan masa depan. Penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 - 2023  Dinas Provinsi Perindustrian dan Perdagangan tahun 2018-2023 melibatkan berbagai stakeholder yang meliputi Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah dan Media dalam prosesnya sehingga lebih komprehensif.

               Pelibatan stakeholder dalam penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 - 2023  dilaksanakan dalam bentuk Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan seluruh Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) di Jawa Barat. FGD dengan stakeholder menghasilkan pemetaan kondisi perindustrian dan perdagangan di Kabupaten dan Kota di Jawa Barat yang dijadikan acuan dalam pembuatan program dan kegiatan dalam Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 - 2023.

               Penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 - 2023 juga mengacu pada Visi Jawa Barat untuk mendukung visi poin ke empat yaitu “meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat yang sejahtera dan adil melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dengan pusatpusat inovasi serta pelaku pembangunan”.