Berita eksternal


IKHTISAR STATISTIK EKONOMI KEUANGAN DAERAH PROVINSI JABAR Edisi Februari 2018



PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Pada Januari 2018 nilai ekspor nonmigas Jawa Barat meningkat dari USD 2,25 miliar dengan volume 534,50 kiloton menjadi USD 2,54 miliar dengan volume 591,55 kiloton. Nilai ekspor nonmigas terbesar menurut kelompok barang, dimiliki oleh kelompok Mesin dan Pesawat Mekanik, Perlengkapan Elektronik sebesar USD 610,68 juta, kelompok Tekstil dan Barang dari Tekstil sebesar USD 543,88 juta, dan diikuti kelompok Kendaraan, Pesawat Terbang, Kendaraan dan Perlengkapannya sebesar USD 386,48 juta. Dari sisi volume, ekspor nonmigas terbesar terdapat pada kelompok Tekstil  dan Barang dari Tekstil dengan volume sebesar 103,85; kelompok Pupl, Kertas, dan Barang dari Kertas dengan volume sebesar 93,58 kiloton dan diikuti kelompok Plastik, Karet dan Barang dari Plastik dan Karet dengan volume sebesar 68,26 kiloton.

Negara tujuan ekspor terbesar produk nonmigas Jawa Barat dengan nilai ekspor terbesar adalah Amerika Serikat sebesar USD 419,86 juta (dengan share sebesar 16,55%), diikuti Jepang sebesar USD 2,652 juta (0,10%), China sebesar USD 2,652 juta (0,10%), Filipina sebesar USD 203,29 juta (8,02%) dan Thailand sebesar USD 2,652 juta (0,10%).

Nilai impor nonmigas Jawa Barat pada bulan Januari 2018 meningkat dari USD 0,83 miliar dengan volume 182,49 kiloton menjadi USD 0,94 miliar dengan volume 185,35 kiloton. Nilai impor nonmigas terbesar menurut kelompok barang adalah kelompok Mesin dan Pesawat Mekanik, Perlengkapan Elekronik dan Bagiannya sebesar USD 309,11 juta, kelompok Tekstil dan Barang dari Tekstil sebesar 266,71 juta, dan Plastik, Karet, dan diikuti kelompok Plastik dan Karet sebesar USD 75,55 juta.

Sedangkan untuk volume impor terbesar berdasarkan kelompok barang terdapat pada kelompok Tekstil dan Barang dari Tekstil sebesar 56,07 kiloton, kelompok Plastik, Karet, dan Barang dari Plastik dan Karet sebesar 29,59 kiloton dan diikuti oleh Kelompok Plup, Kertas, dan Barang dari Kertas sebesar 23,47 kiloton. Negara asal impor produk non migas Jawa Barat dengan niai terbesar adalah China sebesar USD 288,26 juta (dengan share sebesar 30,67%), diikuti Jepang sebesar USD 140,64 juta (14,96%), Korea Selatan sebesar USD 148,67 juta (15,82%), Singapura sebesar USD 69,01 juta (7,34%), dan Taiwan sebesar USD 42,31 juta (4,50%).

INFLASI/DEFLASI

Pada bulan Februari 2018, Provinsi Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,36% (mtm). Seluruh kota mengalami inflasi dengan urutan kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Cirebon sebesar 0,60% (mtm), Kota Bekasi sebesar 0,59% (mtm), Kota Bogor sebesar 0,35% (mtm), Kota Depok sebesar 0,29% (mtm), Kota Bandung sebesar 0,22% (mtm), Kota Sukabumi dan Kota Tasikmalaya masing-masing sebesar 0,21% (mtm).


comments powered by Disqus
" Terwujudnya Perindustrian Dan Perdagangan Jawa Barat Yang berdaya Saing Tinggi "