Berita eksternal


Perkembangan Harga Produsen Gabah dan Harga Beras di Penggilingan



Nilai Tukar Petani Mei 2015 Sebesar 102,48 (2012=100)

Di Daerah Pedesaan Jawa Barat Mei 2015 terjadi inflasi sebesar 0,59 persen. Ketujuh kelompok pengeluaran serentak mengalami inflasi, tertinggi terjadi pada Kelompok Bahan Makanan 1,00 persen, diikuti Kelompok Sandang 0,73 persen,  Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,44 persen, Kelompok Kesehatan 0,35 persen, Kelompok Perumahan 0,15 persen, Kelompok Transportasi & Komunikasi 0,12 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,05 persen. Mei 2015 berdasarkan 226 transaksi gabah yang terpantau di Jawa Barat, Harga rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) di Tingkat Petani Jawa Barat sebesar Rp. 4.246,00 per kilogram atau mengalami penurunan sebesar 0,16 persen dibandingkan harga GPK April 2015 yang tercatat sebesar Rp. 4.253,00. Gabah Kering Giling (GKG) di Tingkat Petani naik 2,03 persen dari Rp. 4.818,00 menjadi Rp. 4.916,00 per kilogram. Gabah Kualitas Rendah turun sebesar 10,34 persen dari Rp. 3.822,36 menjadi Rp. 3.427,15. Mei 2015, rata-rata harga beras di penggilingan sebesar Rp. 8.808,00 atau turun 4,85 persen dibandingkan harga beras April 2015 yang tercatat sebesar Rp. 9.256,96. Berdasarkan kualitas beras yang dikelompokan menurut patahan (broken) beras, harga beras Premium turun 1,54 persen dari Rp. 9.510,94 menjadi Rp. 9.364,15 Beras Medium turun 10,54 persen dari Rp. 9.398,65 menjadi Rp. 8.408,07 sementara Beras kualitas Rendah naik 1,11 persen dari Rp. 7.920,00 menjadi Rp. 8.007,69.

Sumber : Berita Resmi Statistik, Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, No. 34/6/32/Th. XVII, 1 Juni 2015

       
comments powered by Disqus
" Terwujudnya Perindustrian Dan Perdagangan Jawa Barat Yang berdaya Saing Tinggi "