Berita eksternal


Harga Beras Melambung Panen Raya Padi Baru Akhir Maret



JAKARTA KOMPAS — Harga beras yang merupakan bahan pangan utama rakyat Indonesia melambung. Kenaikan harga beras berbagai kualitas sebulan belakangan ini rata-rata Rp 1.000 per kilogram. Panen raya padi diperkirakan berlangsung akhir Maret.

Nellys Soekidi, pedagang beras yang juga pengusaha penggilingan padi, Selasa (10/2), di Jakarta, mengatakan, harga beras semua jenis dan kualitas terus naik. Harga diperkirakan akan terus naik sampai akhir Maret mendatang.

Kenaikan harga beras tidak hanya terjadi pada beras kualitas premium, tetapi juga beras kualitas medium yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.

Nellys mengatakan, saat ini, harga beras IR-64 kualitas tiga setara beras kualitas medium di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, berkisar Rp 9.100-Rp 9.200 per kilogram. Di tingkat konsumen, setelah melalui pedagang pasar tradisional dan pengecer, harganya menjadi Rp 9.500 per kg.

”Untuk saat ini hanya itu harga beras yang terendah yang tersedia di pasaran,” katanya. Sebulan lalu, saat operasi pasar (OP) beras masih digelar, harga beras IR-64 kualitas tiga berkisar Rp 8.100-Rp 8.200 per kg.

Pedagang menebus beras OP dari Perum Bulog dengan harga Rp 7.400 per kg. Beras OP Bulog kemudian dioplos dengan beras kualitas medium seharga Rp 9.000 per kg sehingga bisa dijual dengan harga Rp 8.200.

”Dibandingkan dengan harga beras bulan lalu, ada kenaikan Rp 1.000 per kilogram. Pemerintah seperti melakukan pembiaran dan harga beras menjadi liar. Padahal, dampaknya langsung terasa di masyarakat menengah-bawah,” ujarnya.

Saat ini harga beras IR-64 kualitas dua di grosir berkisar Rp 9.400-Rp 9.500 per kg, sementara bulan lalu berkisar Rp 8.300-Rp 8.400 per kg. Adapun harga beras IR-64 kualitas satu berkisar Rp 9.700-Rp 9.800 per kg, sementara bulan lalu berkisar Rp 8.700-Rp 8.800 per kg. Adapun harga beras kualitas super di atas Rp 11.000 per kg.

Billy Haryanto, pedagang beras lain di Pasar Cipinang, yang juga pengusaha penggilingan padi, mengatakan, pedagang beras tidak gembira dengan lonjakan harga beras tersebut. Pedagang beras membeli dengan harga mahal sehingga terpaksa ikut menjual mahal agar tidak rugi. Pedagang beras besar malah cenderung khawatir dengan harga beras tinggi karena modal bertambah, sementara mekanisme pembayaran dengan cara dihitung.

Paceklik masih lama

Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengatakan, musim paceklik bakal lebih lama.

Dalam kondisi iklim normal, bulan Februari sudah masuk masa panen raya. Namun, musim tanam pada musim hujan akhir 2014 mundur 1,5 bulan sehingga berdampak terhadap musim panen yang mundur. Akibatnya, musim paceklik menjadi lebih lama.

Sutarto mengatakan, berdasarkan pantauan di lapangan dan informasi dari anggota Perpadi, musim panen raya padi baru akan berlangsung akhir Maret mendatang. Artinya, ada waktu lebih dari 1,5 bulan dan itu cukup bagi spekulan untuk mempermainkan harga beras.

Saat ini, sejumlah wilayah sudah panen, seperti di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Panen di beberapa lokasi menyebabkan gabah menjadi rebutan. Tengkulak dan perusahaan penggilingan padi berebut gabah. Akibatnya, harga beras terus meningkat.


comments powered by Disqus
" Terwujudnya Perindustrian Dan Perdagangan Jawa Barat Yang berdaya Saing Tinggi "