04 Nov 2020, 16:14 Administrator Dibaca : 410,992

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Barat mengapresiasi penyaluran bantuan sosial (bansos) Provinsi Jawa Barat tahap 3. Pasalnya, bansos melibatkan produk lokal sehingga menggerakan ekonomi daerah.
Ketua DPW APSSI Jabar Nandang Sudrajat menjelaskan, bansos putaran ketiga ini telah berjalan kurang lebih selama dua pekan. Secara misi, penyalurannya lebih semarak dari bansos tahap-tahap sebelumnya.
Dia menilai hal ini sesuai keinginan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan DPRD Jabar, bahwa bansos, khususnya untuk bantuan non tunai Provinsi semaksimal mungkin harus menyerap produk lokal dari Jabar.
“Bansos Provinsi menyerap produk lokal sehingga mempunyai dampak positif langsung terhadap perputaran ekonomi lokal,” kata Nandang, Rabu (4/11/2020).
Harapan itu menjadi lebih nyata pada putaran ke-3 ini, karena muatan komoditi lokal lebih semarak dan variatif.
“Contoh-contoh komoditi produk lokal, antara lain adalah garam, beras, kantong kemasan, dan masker. Sebagai contoh untuk komoditi beras, telah memunculkan aneka merek beras yang diproduksi oleh penggilingan padi lokal Jabar,” kata Nandang.
Di lain pihak, masker dan kemasan yang semula memakai dus diganti oleh kantong. Hal ini memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu mendorong adanya produksi massal UMKM dan manfaat digunakannya kantong untuk keperluan lain, tidak seperti dus yang langsung dibuang.
Berkaitan dengan itu, pihaknya langsung mengambil langkah konkret melakukan pembinaan mutu produk, bekerjasama dengan dengan Disperindag Jabar, BP POM Jabar, Bank Indonesia Jabar, dan BRI Wilayah Jabar.(DAN)
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan, pelibatan banyak pihak dalam pengadaan bansos Jabar memang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
Berita Edisi Harian Umum @bisniscomjabar Tanggal 4 November 2020
selengkapnya di :









