09 Aug 2020

Divisi Logistik GTPP COVID-19 Jabar Lakukan
Pemantauan Kesiapan Distribusi Bansos Tahap II


06 Jul 2020, 13:51 Administrator Dibaca : 30


KOTA BANDUNG - Bantuan sosial Provinsi Jawa Barat untuk warga terdampak COVID-19 di Jawa Barat, segera didistribusikan. Kesiapan pendistribusian bansos khususnya bansos non-tunai, terus dilakukan Divisi Logistis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat. Salah satunya yakni meninjau kesiapan pengemasan susu cair kemasan.

Ketua Divisi Logistik GTPP COVID-19 Jawa Barat M. Arifin Soedjayana meninjau langsung kesiapan penyaluran bansos tersebut. Salah satu bahan logistik yang ditinjau Divisi Logistik GTPP COVID-19 ini yakni kesiapan dan kondisi susu cair kemasan yang dikemas Industri Pengolah Susu (IPS) di Cikarang Kabupaten Bekasi. Produk susu yang saat ini disalurkan dalam bansos pangan tahap II ini menjadi komoditi pengganti telur. Penggantian komoditi telur ini dilakukan karena masa tahan komoditi telur lebih singkat dibandingkan susu yang sudah melalui tahap proses pengolahan.

Untuk diketahui sebelumnya, dianggap rentan rusak dan mudah busuk, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengganti telur dengan susu cair. Penggantian salah satu komoditi dalam bansos non-tunai ini untuk mengurangi kemungkinan telur rusak bahkan busuk. Secara teknis, sistem pembagian bansos tidak akan berubah. Namun perubahan terjadi pada produk yang akan dibagikan. Telur yang tadinya masuk ke dalam paket bantuan, akan diganti dengan produk susu.

Dalam kesempatan itu, ditegaskan Arifin, pemantauan ke IPS itu dilakukan untuk memastikan kondisi salah satu bahan kebutuhan pokok masyarakat yang disalurkan, dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Arifin menjelaskan, pengadaan susu cair ini merupakan hasil kerja sama antara Gabungan Koperasi Sapi Perah Seluruh Indonesia (GKSI) Jawa Barat dengan Industri Pengolah Susu (IPS). Dalam pengawasan tersebut, pihaknya ingin memberikan kepastian terkait kesiapan produksi yang sedang dilakukan oleh GKSI dan IPS tersebut.

“Monitoring ini dilakukan untuk melihat kesiapan sekaligus melakukan pengecekan produk paket sembako yang salah satunya adalah susu cair kemasan yang akan didistribusikan dalam penyaluran bansos non-tunai tahap II. Dengan pengawasan intensif yang dilakukan ini untuk mencegah adanya bahan logistik bansos yang tidak layak konsumsi. Sejauh ini, semua bahan logistik yang akan disalurkan (kepada penerima bansos) dalam kondisi layak konsumsi,” ungkap Arifin saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2020).

Dia pun menegaskan, jika ke depannya ada bahan logistik bansos non-tunai yang ditemukan tidak layak konsumsi, pihaknya akan segera mengganti bahan logistik itu dengan barang serupa yang masih dalam kondisi layak konsumsi.

“Jika ada komoditi dalam bansos yang rusak masih dalam proses pengantaran (distribusi) ke warga penerima manfaat, tentu akan kita ganti. Namun, jika barang yang diantarkan itu rusak setelah diterima warga, itu kan sudah bukan lagi tanggung jawab kami,” ujar dia.

Untuk mencegah kerusakan bansos non-tunai saat didistribusikan, kata Arifin, pihaknya menerapkan sistem manajemen distribusi.

Arifin juga menegaskan, dalam penyaluran bansos tahap II ini, GTPP COVID-19 Jawa Barat terus melakukan validasi data. Dengan validasi data tersebut, diharapkan penyaluran bansos ini pun tepat sasaran. Dimungkinkan juga dalam penyaluran bansos tahap II ini, ada warga penerima bansos pada tahap I yang tidak kembali menerima bansos karena penerima tersebut diketahui menerima bantuan dari program lain. Alokasi bansos akan disalurkan ke warga lainnya pada tahap II sesuai sasaran.

“Saat ini kami terus melakukan konsolidasi data, karena ada beberapa kabupaten/kota yang kemudian ada (penerima manfaat) yang menurunnya drastis dan ada juga yang meningkat drastis. Sekarang datanya masih dikonsolidasi di Dinas Sosial Jawa Barat dan kabupaten/kota dibantu Jabar Digital Service. Dengan adanya konsolidasi data ini, sehingga menghasilkan data yang clear and clean dan tidak ada warga penerima manfaat yang memperoleh double program,” ucap dia. (*)


Berita Utama Berita Populer Berita Internal
Apa Komentar Anda ?

1 Komentar

avatar
Ben Deshotel
2 weeks ago
This Google doc exposes how this scamdemic is part of a bigger plan to crush your business and keep it closed or semi-operational (with heavy rescritions) while big corporations remain open without consequences. This Covid lie has ruined many peoples lives and businesses and is all done on purpose to bring about the One World Order. It goes much deeper than this but the purpose of this doc is to expose the evil and wickedness that works in the background to ruin peoples lives. So feel free to share this message with friends and family. No need to reply to the email i provided above as its not registered. But this information will tell you everything you need to know. https://docs.google.com/document/d/14MuVe_anmrcDQl4sZhDqzhQy0Pbhrx9A/edit. In case the document is taken down, here is a backup source https://fakecovidscam.com