14 Jul 2020

Presentasi Gubernur Jabar Tangani COVID-19 di
Jabar, Diapresiasi Forum Internasional


27 Jun 2020, 14:10 Administrator Dibaca : 18


KOTA BANDUNG - Paparan “Kemandirian Jawa Barat dalam Memproduksi Semua Elemen Produk Melawan COVID-19” di hadapan forum internasional bertajuk NextGenGov Summit, mendapat apresiasi banyak kalangan. Forum internasional itu, diselenggarakan United Nations Development Programme (UNDP) yang digelar pada Kamis (25/6/2020) lalu di Bangkok, Thailand. Presentasi yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dianggap dapat dikembangkan dan diaplikasikan di banyak negara di Asia.

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil ini, menjadi salah satu pembicara dalam forum NextGenGov Summit. Akibat pandemi COVID-19, forum internasional itu dihelat secara online. Presentasi Kang Emil mendapat apresiasi dari para partisipan online summit tersebut.

Dalam paparannya, Kang Emil mempresentasikan berbagai kebijakan dan strategi inovatif dalam memerangi wabah COVID-19 di Jawa Barat. Kang Emil berhasil meyakinkan para partisipan bahwa konsep yang dikembangkannya dapat menjadi inspirasi dan diaplikasi di banyak negara Asia.

Di antara yang dibahas adalah “AKB 30” yang merupakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sebagai padanan New Normal dengan mengadopsi budaya K-Pop. Istilah AKB yang berbeda dari yang lain dipilih guna menghindari euforia atau anggapan publik bahwa kondisi sudah normal kembali.

Hadir mengiringi AKB adalah 627 unit kendaraan yang difungsikan sebagai mobile test COVID-19 yang menyasar tiga kelompok yang berpotensi rawan penyebaran dan penularan COVID-19 yakni pasar, tempat pariwisata, dan terminal-stasiun.

“Tiga inilah yang akan mengiring pengetesan, baik 627 mobil yang disulap menjadi mobile COVID test, maupun BSL 2 dan BSL 3 yang sudah kita operasikan,” kata Kang Emil.

Selain itu, ada pula sarana dan prasarana medis buatan dalam negeri seperti ruang dekontaminasi dan sistem manajemen limbah medis, ruang uji RT-PCR, Transfer Sampel Material, dan gedung dengan sistem automatis yang dapat mengontrol, memonitoring sistem HVAC serta mampu menghasilkan 100 persen udara bersih dengan filter HEPA.

Kang Emil juga menunjukkan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan perguruan tinggi seperti Unpad yang memproduksi alat uji COVID-19 bernama Deteksi CePad. Kemudian kolaborasi dengan PT Biofarma dengan memproduksi tes reagent COVID-19 dengan metode RT - PCR untuk memenuhi kebutuhan Jawa Barat dan Indonesia dengan kapasitas proudksi 100.000 alat tes per minggu.

Dalam paparan presentasinya itu, Kang Emil juga menceritakan bagaimana Jawa Barat berhasil menggerakkan industri, UMKM, dan siswa sekolah untuk memproduksi alat pelindung diri (APD).

Presentasi yang dipaparkan Kang Emil ini, mendapat apresiasi dari para partisipan online summit, termasuk Perwakilan UNDP untuk Indonesia Christophe Bahuet.

“Pengalaman Jawa Barat dalam merespons krisis akibat virus Corona akan membantu lanskap NextGenGov yang dibutuhkan UNDP. Pendekatan dan hasil yang dipresentasikan dalam online summit ini merupakan yang paling relevan bagi banyak pemerintah di Asia Pasifik dan kawasan lainnya,” kata Christophe.

Christophe menyebut apa yang dilakukan dan dikembangkan di Jawa Barat, sangat bermanfaat bagi kawasan lain. “Dia (Ridwan Kamil) membuat berbagai intervensi yang sempurna,” ucapnya.

NextGenGov adalah sebuah program lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang telah berjalan selama 50 tahun. Tujuannya membantu banyak negara dan komunitas merespons perubahan pembangunan dengan cepat, menawarkan solusi, membangun kolaborasi, dan memicu kerja sama dan perangkat pembangunan.

Akibat pandemi COVID-19, NextGenGov kali ini dilakukan secara jarak jauh dan disematkan pada tajuk acara sebagai online summit. Gubernur Ridwan Kamil diundang sebagai pembicara karena memiliki kualifikasi sebagai seorang pemimpin atau pembuat kebijakan yang penuh terobosan dan inovasi dalam menjawab segala situasi berkembang.

Gubernur menjadi pembicara bersama pembuat kebijakan dari negara lain di Asia seperti di antaranya Dr. Anoop Singh, anggota Komisi Finansial India, Menteri Pendidikan Bangladesh Dr Dipu Moni, anggota Senat Filiphina Pia Cayetano, serta Dr. Sania Nistar, Asisten Perdana Menteri Pakistan Bidang Pengentasan Kemiskinan dan Divisi Keamanan Sosial.

Berbicara pula atas nama Indonesia, Dr. Ir. Taufik Hanafi, Deputi Bidang Pengawasan Evaluasi Pengendalian Bappenas, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, dan Samuel Abrijani Pangerapan, Ditjen Menteri Komunikasi dan Informasi. (*)


Berita Utama Berita Populer Berita Eksternal
Apa Komentar Anda ?

0 Komentar

Tidak ada data yang tersedia.