14 Jul 2020

Jabar Tawarkan 209 Proyek Investasi Senilai Rp 700
Triliun


26 Jun 2020, 15:21 Administrator Dibaca : 14


KOTA BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan 209 proyek investasi di Jawa Barat. Penawaran investasi itu ditujukan untuk menggerakan kembali roda perekonomian di Jawa Barat yang turut terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, nilai investasi yang ditawarkan Jawa Barat itu senilai Rp 700 triliun. Sebagian besar proyek investasi ini berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, di antaranya bidang transportasi, Light Rait Transit (LRT), hingga perumahan warga.

“Karena Jabar penduduknya 50 juta orang, kami butuh infrastruktur yang besar, tapi dana kami tidak cukup. Oleh karena itu, kami menawarkan ada sekitar 209 proyek investasi yang kami tawarkan ke seluruh dunia,” kata Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil.

Dijelaskan Kang Emil, proyek investasi yang ditawarkan Jawa Barat ini di antaranya 60 proyek transportasi, 36 proyek air, 30 proyek pemukiman dan perumahan, 21 proyek LRT, dan lain-lain. Untuk investasi tersebut, lanjut dia, pihaknya mencoba menghindari proyek investasi lewat pinjaman. Alih-alih, menerapkan skema KPBU (Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha) atau public private partnership, di mana investor (private) memfasilitasi sarana dan prasarana pembangunan proyek untuk kemudian dibayarkan oleh pemerintah (public) setelahnya sesuai dengan kesepakatan bersama.

“Dalam membangun (proyek investasi) ini kami bisa terima cash-nya seperti municipal bond atau obligasi daerah maupun pinjaman bank. Tapi karena repot dengan proses lelang dan pembangunan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebenarnya lebih menyukai konsep KPBU atau public private partnership, di mana proyeknya dibangun baru kami bayar di kemudian hari,” ujar Ridwan Kamil.

Dia mencontohkan, sudah ada beberapa proyek yang siap dikerjakan dengan konsep public private partnership. Antara lain yang siap adalah waste to energy senilai Rp 100 triliun, water treatment plant, juga LRT Bandung Raya.

Selain investasi berbentuk proyek, Ridwan Kamil juga membuka pintu investasi di sektor industri karena Jawa Barat merupakan rumah bagi 60 persen industri di Indonesia. Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan 11 kota dengan new high technology zone atau kota zona berteknologi tinggi untuk industri, seperti Pelabuhan Patimban (Subang), Aerocity (Bandara Kertajati Majalengka), kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka), dan Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan). Kota baru ini ditawarkan kepada 11 investor besar, sehingga para investor masing-masing dapat mengelola satu dari 11 kota tersebut.

“Selama ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berhasil menempati urutan pertama dalam berinvestasi. Tahun lalu, Jawa Barat sukses menggiring investor-investor besar dunia seperti Hyundai, Petrokimia hingga Amazon, dengan nilai investasi sejauh ini mencapai Rp 137,5 triliun,” tutur Kang Emil.

Dengan 209 proyek investasi yang terus ditawarkan kepada dunia, Jawa Barat berupaya meningkatkan ekonomi sekaligus mendorong pembangunan demi kesejahteraan hampir 50 juta warganya.

"Kami selalu juara setiap tahun. Tahun lalu sebelum (pandemi) COVID-19, (nilai investasi) yang masuk ke Jawa Barat (sudah) Rp 137,5 triliun,” ujar Ridwan Kamil. (*)


Berita Utama Berita Eksternal
Apa Komentar Anda ?

0 Komentar

Tidak ada data yang tersedia.