14 Jul 2020

Pelaku Usaha TPT Diajak Majukan Ekspor TPT
Indonesia


25 Jun 2020, 09:15 Administrator Dibaca : 11


KOTA BANDUNG - Pelaku usaha dan para elemen berkepentingan dalam industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia diajak berkontribusi aktif memajukan ekspor TPT Indonesia. Produk TPT masih menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang industrinya turut terganggu sejak terjadi pandemi COVID-19. Untuk itu, diperlukan strategi ekspor tepat untuk meningkatkan ekspor TPT, baik dari sisi peningkatan daya saing, relaksasi regulasi, asistensi teknik, dan penguatan promosi.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Kasan saat menjadi pembicara kunci pada web seminar (webinar) bertajuk “Diversifikasi dan Adaptasi Ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia pada Tataran Kehidupan Normal Baru”.

“Industri TPT merupakan industri manufaktur nasional yang strategis. TPT memberikan sumbangan devisa ekspor dan merupakan industri padat karya yang menjadi salah satu ‘jaringan pengaman sosial’ dari sisi pendapatan penduduk. Untuk itu, pasar eskpor komoditas TPT harus dipertahankan, terutama setelah terkena imbas merebaknya COVID-19,” ujar Kasan seperti dikutip dari laman Kementerian Perdagangan RI.

Kasan menjelaskan, sejak merebaknya COVID-19, perdagangan tesktil terkena imbas mengingat bahan baku penolong dan aksesori sebagian besar diimpor dari Tiongkok. Kondisi pandemi, penerapan karantina wilayah (lockdown) di beberapa negara dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Indonesia, turut mengganggu pasokan dan permintaan industri tekstil Indonesia di pasar lokal dan pasar ekspor. Di pasar domestik terjadi kelambatan pembelian dan omzet pedagang. Sementara itu, kinerja ekspor TPT juga tercatat mengalami penurunan.

“Webinar ini adalah langkah awal kita untuk bisa lebih fokus ke depannya dalam menggali isu-isu spesifik per komoditas. Saya mengharapkan baik asosiasi, pelaku bisnis, maupun perwakilan kementerian/lembaga dapat memberikan masukan konkret sehingga Kemendag dapat menyusun strategi yang tepat untuk meningkatkan eskpor TPT Indonesia,” kata Kasan.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor (PPE) Kemendag, Olvy Andrianita menuturkan, berbagai hambatan industri TPT Indonesia yang teridentifikasi, yaitu hampir 70 persen bahan baku masih impor, daya saing harga rendah, daerah produksi yang masih terpusat di pulau Jawa, belum optimalnya diversifikasi produk, mesin produksi yang sudah tua, serta kurangnya branding bagi produk TPT Indonesia.

Hambatan lain yang dialami komoditas TPT dunia dan Indonesia di tengah pandemi COVID-19, lanjut Olvy, antara lain penurunan tingkat permintaan pada industri TPT, penurunan omzet industri TPT dunia yang mengindikasikan penurunan daya beli konsumen, pembatalan sejumlah acara besar dunia yang menjadi sarana promosi, penutupan sementara destinasi wisata dan toko ritel tekstil, karantina wilayah (lockdown), serta pelemahan ekonomi global dan di sisi lain peningkatan hambatan proteksi dari negara mitra dagang.

Di tengah berbagai hambatan, lanjut Olvy, produk TPT Indonesia juga memiliki kekuatan dan peluang. Kualitas dan eksklusivitas produk TPT asal Indonesia telah diakui banyak negara. Sedangkan, peluang ekspor yang terbuka lebar saat ini ialah alat pelindung diri (APD) dan alat kesehatan yang terbuat dari tekstil.

“Secara kualitas, juga telah diakui dunia, terutama pakaian militer, tekstil untuk bahan industri seperti jok pesawat dan kereta api, furnitur, bioskop, dan tenda, serta tekstil dengan kualitas premium untuk pakaian dalam wanita,” ungkap Olvy.

Atase Perdagangan RI di AS Wijayanto menyatakan siap menjembatani dan membantu memfasilitasi UKM yang ingin berdagang di AS. Atase Perdagangan akan bekerja sama dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago dan Los Angeles menjadi sumber informasi pasar ekspor, mencari buyers, memperbarui informasi terkait regulasi impor, mempromosikan, dan membantu mencari pasokan bahan baku. Para perwakilan perdagangan tersebut juga akan menggandeng diaspora Indonesia di AS dalam meningkatkan upaya meningkatkan ekspor produk TPT ke AS.

Sementara itu, Vice President Director PT Pan Brothers Tbk., Anne Patricia Sutanto, menegaskan pentingnya diversifikasi produk ekspor TPT yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar saat ini. Tantangan TPT selama pandemi COVID-19 adalah mayoritas brand menutup toko sehingga menyebabkan penundaan produksi.

Kondisi tesebut disiasati dengan mendiversifikasi produk menjadi APD seperti hazmat protection, gown, shoe cover, dan masker yang saat ini permintaan produk tersebut sangatlah besar, baik untuk pasar lokal maupun ekspor. (*)


Berita Utama Berita Eksternal
Apa Komentar Anda ?

0 Komentar

Tidak ada data yang tersedia.