Dinas Perindustrian Dan Perdagangan
Provinsi Jawa Barat

Layanan


PERSYARATAN PENERBITAN SKA

 

Sebelum membuat pengajuan SKA, eksportir harus sudah terdaftar pada sistem e-ska dengan cara melakukan registrasi/Pendaftaran eksportir di website e-ska dengan alamat website  e-ska.kemendag.go.id. Yang harus disiapkan ketika melakukan registrasi e-ska adalah sebagai berikut :

  • NPWP
  • No SIUP
  •  No TDP
  • No Reg Kopi (Jika terdaftar sebagai eksportir kopi)

Jika ingin melakukan pengajuan SKA di Disperindag Prov Jawa barat (Jl. Asia Afrika No 146 Bandung) Pada saat melakukan registrasi pilih Kantor IPSKA Prov Jawa Barat. Setelah melakukan registrasi, eksportir mendatangi IPSKA (Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal) dengan membawa Aspek legal yang dibutuhkan untuk meminta diverifikasi oleh IPSKA.

Setelah diverifikasi oleh IPSKA maka eksportir sudah dapat membuat pengajuan SKA melalui website e-ska. Dokumen-dokumen yang harus dilampirkan/diupload pada saat pengajuan SKA adalah sebagai berikut :

 Surat Permohonan Penerbitan SKA*

  1. Invoice*
  2. Packing List
  3. fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  4. original copy Bill of Lading (B/L) atau copy AWB, atau copy Cargo Receipt (pelabuhan darat)*
  5. Fotokopi PEB yang telah difiatmuat oleh petugas Kantor Pelayanan Bea dan Cukai di pelabuhan muat atau print out PEB yang dibuat secara PDE dengan dilampiri NPE. *
  6. Perhitungan Struktur Biaya (Cost Structure) untuk produk yang prosesnya mengandung bahan baku impor *

Catatan : (*) Harus dilampirkan/diupload

SISTEM e-SKA

Sistem e-SKA merupakan sistem penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) secara elektronik yang dibangun oleh  Kementerian Perdagangan untuk seluruh Instansi Penerbit SKA (IPSKA).

Sistem e-SKA menggunakan sistem terpusat berbasiskan web (web based) untuk menghubungkan seluruh   IPSKA   dengan   Eksportir   dan   Kementerian   Perdagangan.   Sistem  e-SKA  juga   akan mengirimkan data SKA untuk dipertukarkan secara internasional, yang pada saat ini digunakan untuk Indonesia National Single Window (INSW) dan ASEAN Single Window (ASW). Sistem e-SKA merupakan penyempurnaan dari sistem penerbitan SKA secara elektronik yang sudah ada.

Manfaat penggunaan sistem e-SKA antara lain :

  • Tersedianya media elektronik yang menghubungkan stakeholder penerbitan SKA (Eksportir, IPSKA, Kementerian Perdagangan).
  • Membantu mempercepat proses penerbitan SKA.
  • Mempermudah proses perawatan sistem (maintenance).
  • Tersimpannya data penerbitan SKA milik perusahaan.
  • Tersimpannya data penerbitan SKA tiap IPSKA.
  • Tersedianya fasilitas pelaporan untuk pengawasan di masing-masing IPSKA.

 Tahapan Proses pada Sistem

Secara  garis  besar,  tahapan  proses  pada  sistem  e-SKA  yang  dapat  dilakukan  oleh  eksportir/pengusaha sebagai berikut:

  • Registrasi

Proses ini mencakup registrasi secara online oleh eksportir/pengusaha, verifikasi dokumen registrasi, dan approval data registrasi

  • Pengajuan Permohonan SKA

Proses ini mencakup tahapan-tahapan yang dilakukan pada saat permohonan SKA

Tipe pengguna sistem e-SKA terdiri dari:

  1. Master User

Pengguna yang didaftarkan saat perusahaan eksportir pertama sekali melakukan registrasi kesisteme-SKAakansecaraotomatismenjadiMasterUserdiperusahaaneksportir tersebut.PenggunainidapatmelakukanprosespengajuanpermohonanSKA,ubah password, update profil, dan manajemen data user.

  1. User
  2. Pengguna ini hanya dapat melakukan pengajuan permohonan SKA dan ubah password.

 

ANGKA PENGENAL IMPOR (API)

Angka Pengenal Impor adalah dokumen perijinan legalitas yang dijadikan sebagai tanda pengenal impor yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan sebagai syarat untuk melakukan kegiatan impor. API diterbitkan oleh menteri perdagangan melalui kepala dinas di propinsi dimana kantor pusat importir berada. API ini berlaku 5 tahun dan dapat diperpanjang.

Dalam hal impor tanpa menggunakan API importir wajib mengajukan permohonan untuk mendapatkan Persetujuan Impor yang ditandatangani Direktur Impor, departemen perdagangan.

Terdapat beberapa macam API sbb :

  1. Angka Pengenal Importir Umum (API-U) diberikan kepada perusahaan dagang
  2. Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) diberikan kepada perusahaan industri (produsen)
  3. Angka Pengenal Importir Terbatas (API-T) diberikan kepada perusahaan penanaman modal
  4. Angka Pengenal Importir Khusus (API-K) diberikan kepada perusahaan kontraktor yang melakukan kontrak kerja sama (lihat peraturan lainnya)

PERSYARATAN UNTUK MEMPEROLEH API – UMUM / API – PRODUSEN

  1. Surat Permohonan untuk memperoleh API (U/P) yang ditunjukan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat
  2. Formulir isian dari Dinas Perindustria dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat
  3. Photo Copy Akte Notaris Pendirian Perusahaan dan Perubahannya
  4. Susunan Pengguna Perusahaan / Struktur (Asli)
  5. Photo Copy NPWP Perorangan (Direktur)
  6. (API – U) Photo Copy SIUP. (API - P) Photo Copy Izin Usaha Industri / Tanda Daftar Industri.
  7. Photo Copy TDP
  8. Photo Copy NPWP Perusahaan
  9. Surat Keterangan Domisili Kantor Pusat yang masih berlaku dari kantor Kecamatan setempat, apabila pemilik sendiri atau dari pemilik gedung apabila sewa / kontrak (Asli)
  10. Photo Copy perjanjian sewa / kontrak tempat usaha yang masa waktu sewa / kontraknya minimal 2 (dua) tahun
  11. Referensi Bank Devisa (Asli)
  12. Pas Photo Pengurus (Direktur) sebanyak 2 (dua) lembar ukuran 3 x 4 (Latar Merah)
  13. Photo Copy KTP Pengurus (Direktur)
  14. Rencana Impor & Jumlah Tenaga Kerja
  15. Berita Acara Pemeriksaan (B A P) dari disperindag kab / kota setempat. Bagi pemohon baru / eks BKPM.

 

Alamat

 Jl Asia Afrika No. 146 Bandung 40261
 (022) 4230898
 4200331-4230929
 disperindag@jabarprov.go.id